Header Ads Widget

Header Ads

Mengenang 18 Tahun Tsunami Aceh dipusatkan di Kuburan Massal Siron

Mengenang 18 Tahun Tsunami Aceh dipusatkan di Kuburan Massal Siron


Banda Aceh( ANTARA)- Dinas Kultur serta Pariwisata( Disbudpar) memutuskan posisi peringatan 18 Tahun Tsunami Aceh hendak dipusatkan di Makam Massal Siron, Kecamatan Mau Berhasil, Kabupaten Aceh Besar.

“ Makam Massal Siron salah satu tempat saksi alangkah dahsyatnya tsunami 2004 dahulu. Terdapat 40 ribu lebih para syuhada yang dimakamkan di situ. Jadi, tidak cuma aktivitas formal semata, tetapi kita dapat sekaligus berkunjung di situ,” tutur Kadisbudpar Aceh, Almuniza di Banda Aceh, Pekan.

Beliau menarangkan dalam aktivitas itu turut dirangkai dengan beberapa aktivitas di antara lain tafakur, doa serta selawat, bantuan anak yatim, kunjungan, dan tausiah serta berkah bersama.

Terdapat jarum semat buat tausiah hendak diisi Pimpinan Gabungan Malim Dayah Aceh( HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab serta doa selawat hendak dipimpin Arahan Madrasah Darul Mujahiddin Lhokseumawe, Tgk Mukmin At Thahiri.

Setelah itu, kehadiran kuburan ini pula membagikan suatu penataran dalam perihal antara rasa, dan silih menghormati antarumat berkeyakinan.

“ Tiap peringatan tsunami, banyak sekali ditemui pengunjung berlainan kaum, agama serta adat yang membaur di Makam Massal Tsunami Siron buat mengharapkan keluarga serta keluarganya,” tuturnya.

Peringatan 18 tahun tsunami tahun ini mengangkat tema“ Bangun Lebih Kokoh, Bangun Adat Siuman Musibah”.

“ Isi tema itu selaku wujud usaha penguasa mengajak warga supaya tetap bergairah dalam beralih bentuk serta bangun dalam membuat adat siuman musibah,” tutur Almuniza.

Beliau memperhitungkan, peringatan tsunami yang diselenggarakan saban tahun ialah salah satu usaha Penguasa Aceh buat mengedukasi angkatan penerus bangsa supaya senantiasa siap sedia kepada musibah.

“ Warga Aceh wajib senantiasa membuat adat siuman musibah dalam usaha mengestimasi insiden yang bisa jadi terjalin di era depan. Intinya, bimbingan senantiasa jadi nilai penting dalam tiap tahun peringatan tsunami,” tutur Almuniza.

Beliau meningkatkan peringatan tsunami jadi momentum ingatan untuk warga Aceh selaku alat penataran serta menguatkan keagamaan pada Allah SWT.

“ Kita pula wajib siuman kepada kejadian alam serta mengajarkannya pada angkatan kelak, sebab menghindari musibah alam pasti tidak dapat, tetapi kurangi resikonya tentu dapat kita jalani bersama- sama dengan antusias bekerja sama,” tuturnya.